Skripsi - Latar Belakang Masalah


Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi yang dewasa dan dapat berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa aktifitas siswa dalam belajar merupakan perpaduan antara kemampuan akademik dan efektifitas bimbingan guru di sekolah. Sekolah merupakan tempat pendidikan kedua setelah keluarga. Di sekolah mereka dapat memperoleh pengalaman-pengalaman dan berbagai ilmu pengetahuan.
Sekolah di sini hendaknya ditafsirkan education. Setiap pendidikan menyiratkan proses sosialisasi apabila sekolah menjalankan fungsinya mensosialisasi maka akan terbinalah suasana yang baik dalam keluarga. Dalam keluarga yang baik suasananya memungkinkan sikap positif terhadap sekolah. (Simanjuntak, 1984:132)
Pendidikan sekolah juga sangat di harapakan oleh masyarakat agar tercipta generasi penerus yang berpendidikan sehingga dapat membawa kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Orang tua sangat mendambakan dan mendorong anaknya untuk bersekolah. Walaupun dengan susah payah mereka mencari biayanya tapi orang tua tetap berusaha keras agar kelak anaknya bisa berhasil. 
Di samping itu sekolah dapat memberikan bimbingan yang baik dalam pendidikan dan pekerjaan bagi remaja. Sehingga mereka dapat menerima diri mereka dan sanggup menyesuaikan diri sekarang dan masa datang. (Daradjat, 1974: 96)
 Dalam bimbingan itu guru sangat berperan penting, selain tugasnya sebagai pengajar guru dapat mengerti keadaan siswa.
Sekarang ini sering terjadi perlakuan guru yang tidak adil antara satu siswa dengan siswa lainnya. Guru juga sering memberikan hukuman-hukuman yang kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Sehingga malah justru menimbulkan siswa malas sekolah. Proses pendidikan yang kurang menguntungkan bagi perkembangan jiwa anak sering memberi pengaruh langsung/ tidak langsung terhadap peserta didik dan dapat menimbulkan kenakalan anak dan berakibat dalam sekolah.  
Hadirnya arus globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga telah banyak menimbulkan dampak bagi para remaja terutama pada masa pubertas seperti yang dibahas dalam penelitian ini. Karena perkembangan teknologi yang hari demi hari semakin semarak dan tidak dimbangi dengan pemberian bekal dan akhlak yang cukup sehingga remaja mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat. Yang paling menonjol hal tersebut menyerang para remaja andoselen karena usia pebertas merupakan usia yang rawan akan suatu yang negatif karena pada masa remaja yang paling banyak mengalami perubahan. Setiap segi dari pertumbuhan itu mempunyai problemnya sendiri dengan kesukaran tertentu, begitu juga di kehidupan sekolah.
Banyak siswa yang merasa bertanggung jawab memikirkan kehidupan sekolah secara serius, sehingga timbul-timbul persoalan yang dihadapi oleh remaja itu sendiri dalam kehidupan sekolah. Bukti empirik menunjukkan kepada kita banyak para siswa mempunyai problema di sekolah karena ulah mereka sendiri. Hal ini dikarenakan kurangnya bimbingan oleh guru terutama bimbingan keagamaan. Sehingga mereka merasa bosan dengan kehidupan sekolah bahkan ada yang putus asa sehingga mereka berhenti di tengah jalan.
Disini dapat dikatakan bahwa siswa sangat mengharapkan bantuan sekolah untuk menyelesaikan problema-problema yang dihadapi, karena sekolah lebih berhak dalam hal ini daripada orang lain. Dengan itu bimbingan agama di sekolah sangat penting untuk membentuk peserta didik agar kuat imannya dan tidak mudah terombang-ambing dalam perubahan zaman dan setiap siswa yang mengalami problema-problema di sekolah mampu menghindarkan diri dari segala gangguan mental atau spiritual serta mampu mengatasi dari nilai-nilai atau ajaran agama yang telah mendasari kehidupannya secara pribadi.
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti bermaksud mengadakan penelitian ilmiah yang membahas tentang bimbingan keagamaan guru berpengaruh terhadap tingkat kenakalan siswa disekolah. Melalui penelitian ini, peneliti mengambil judul ”Pengaruh Bimbingan Keagamaan Guru Terhadap Tingkat Kenakalan Siswa Kelas VIII di SMP Islam Sudirman Kaloran Tahun 2011”.