Skripsi - Definisi Operasional


A.     Definisi Operasional
Untuk menghindari salah tafsir dan sekaligus penyamaan persepsi antar pembaca, peneliti menjelaskan setiap istilah yang terdapat dalam judul di atas.
  1. Bimbingan Keagamaan Guru
a.       Bimbingan berasal dari kata bahasa inggris GUIDENCE, yang artinya bantuan atau tuntunan. Adapun menurut Bimo Walgito, bimbingan adalah ” bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya agar individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya. (Walgito, 1995: 4 )
b.      Keagamaan berasal dari kata ”agama”, sedangkan pengertian agama sebagai suatu istilah yang kita pahami sehari-hari, sebenarnya bisa dilihat dari dua aspek yaitu:  
1)       Aspek subyektif (pribadi manusia). Agama mengandung pengertian tentang tingkah laku manusia, yang dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan, berupa getaran batin, yang dapat mengatur dan mengarahkan tingakah laku tersebut, kepada pola hubungan dengan masyarakat, serta alam sekitarnya.
2)       Aspek obyektif (doktrinair). Agama dalam pengertian ini mengandung nilai-nilai Tuhan yang bersifat menuntun manusia kearah tujuan yang sesuai dengan kehendak ajaran tersebut.agama dalam pebgertian ini belim masuk kedalam batin manusia, atau belum membudaya dalam tingkah manusia, karena masih berupa dotrin (ajaran) yang obyektif berada diluar diri manusia. (Arifin,1982:1-2)
Dari pengertian di atas penulis menyimpulkan yang di maksud bimbingan keagamaan adalah arahan atau tuntunan yang diberikan kepada individu untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi baik lahiriah maupun batiniah.
Indikator bimbingan keagamaan dapat diukur dengan:
a)        Mendorong anak agar shalat tepat pada waktunya
b)       Membiasakan anak melaksanakan shalat berjamaah
c)        Membiasakan anak melaksanakan shalat dhuha
d)       Mendorong anak mengikuti mujadah dihari yang telah ditentukan
e)        Mebiasakan berdoa kepada Allah
f)         Menegur siswa yang melanggar norma  agama
g)        Mendorong anak melakukan tindakan yang baik
h)        Mendorong anak-anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan
i)          Membimbing anak agar bersikap hormat dan berbakti kepada kedua orang tua dan orang lain
j)         Mendidik anak agar bersikap jujur
  1. Tingkat kenakalan siswa
Kenakalan siswa disini pengertiannya sama dengan kenakalan remaja saat usia pubertas yaitu mengandung pengertian tentang kehidupan remaja yang menyimpang dari berbagai pranata dan norma yang berlaku umum. Baik yang menyangkut kehidupan masyarakat, tradisi maupun agama, serta hukum yang berlaku. (Arifin, 1982:79)
Jadi kenakalan siswa adalah suatu perbuatan yang menyimpang dengan norma yang berlaku di sekolah. Sedangkan yang dimaksud penulis adalah kenakalan siswa kelas VIII di SMP Islam Sudirman Kaloran.
Kemudian setelah penulis paparkan kenakalan siswa di sekolah dapat dilihat indikator-indikator sebagai berikut:
a)      Merokok pada jam sekolah
b)      Minum-minuman keras
c)      Mengambil barang orang lain tanpa ijin
d)      Sering mengganggu orang lain dan berkelahi
e)      Membolos pada jam pelajaran
f)        Sering datang terlambat
g)      Tidak mengikuti upacara
h)      Sering merusak peralatan sekolah

i)        Kurang sopan atau tidak hormat dengan guru
j)        Menyelewengkan uang SPP untuk jajan