Kabar Gembira Perihal Datangnya Rasul Terakhir

Tidak sebuah kitab sucipun yang diturunkan oleh Allah Ta’ala yang dahulu sebelum diturunkannya Al Qur’an Al Karim melainkan semuanya itu pasti mengandung suatu pemberitahuan yang sangat menggembirakan perihal akan lahirnya seorang Rasulullah yang terakhir yakni Muhammad SAW serta kenubuwatannya.
 
Dalam Wasiat Lama dalam Kitab Ulangan (Taurat) terdapat suatu penggembiraan yang mengatakan sebagai berikut :
“Tuhan datang dari Torsina dan naik kepada mereka itu dari Seir, lalu memancarlah sinarnya dari Paran, terus maju ke muka beserta sepuluh ribu orang yang berbakti, sedang di tangan kanaknya keluarlah kitab Taqwa”.

Apakah yang terkandung dalam ayat di atas?
Kedatangan Tuhan dari Torsina menunjukkan bahwa Tuhan pernah datang kepada nabiullah Musa Al Kalim a.s di Torsina itu. Kenaikan dari Seir memberikan pengertian atas kemenangan Nabiullah Dawud a.s di daerah Seir itu. Adapun tentang memancarnya sinar di Paran, maka itulah yang merupakan berita gembira perihal lahirnya seorang Rasulullah yang bernama Muhammad SAW yang berasal dari keturunan nabiullah Ismail a.s. Paran adalah nama yang lain dari tanah Hejaz. Nama ini biasa digunakan pada zaman dahulu. 
Selanjutnya mengenai majunya ke muka dengan disertai sepuluh ribu orang yang berbakti adalah sebagai isyarat apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebab beliau SAW ini sewaktu memasuki kota Makkah juga disertai para pengikut dan pembantunya sebanyak sepuluh ribu orang itu. Jelasnya ialah waktu membebaskan kota tersebut dari cengkeraman kaum musyrikin dan kafirin.

Seterusnya dikatakan bahwa di tangan kanannya keluarlah kitab Taqwa. Ini menunjukkan tentang syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW ke seluruh alam semesta yang cahayanya terus akan memancar, kemudian menyinari segala sesuatu yang ada hubungannya dengan keagamaan dan keduniaan, baik yang mengenai urusan kehidupan secara umum ataupun untuk keluhuran budi pekerti perorangan dan masyarakat ramai.
Demikian sekedar tafsiran dari ayat di atas.

Dalam Injil Yahya 14-15-17, disebutkan sebagai berikut :
“Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala huku-Ku. Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka ia akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yaitu Roh kebenaran”.

Maksud penolong yang lain itu tidak lagi terkecuali Rasulullah Muhammad SAW dan yang semacam itu dapat pula diterbangkan dalam Al Qur’an Al Karim bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah sebagai penghabisan atau penutup dari sekian nabi dan rasul, oleh sebab itu dapatlah dikatakan bahwa beliau SAW akan menyertai seluruh umat manusia selama-lamanya dengan syari’at yang dibawanya itu.

Seterusnya dalam Injil Yahya 14 : 26, disebutkan demikian :
“Tetapi Penolong itu yaitu Rohu’l kudus yang akan disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu”.
 
Bunyi ayat di atas itu sejiwa dengan firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an Al Karim yang berbunyi :
Artinya : Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu. (QS. Nahl : 89)
 
Dalam Injil Yahya 16 : 12, 13 juga disebutkan demikian :
“Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran, karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan bawang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang”.
 
Keterangan di atas sesuai sekalio dengan firman Allah Ta’ala :
Artinya : Dan Katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al Isra : 81)

Demikian artikel tentang Kabar Gembira Perihal Datangnya Rasul Terakhir silahkan kembali ke Indeks: Eksistensi Nabi Muhammad SAW Sebagai Nabi Akhir Zaman.