Nabi Muhammad Sebagai Pembaharu Sosial

Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi pendiri suatu agama baru, pencipta suatu bangsa baru, tetapi juga seorang pembaharu (reformer) bagi suatu tatanan sosial yang besar. Sejak permulaan sejarah dunia telah melihat banyak pembaharuan, pada setiap abad dan di setiap tempat, tetapi tidak ada yang menyamai nabi di dalam melaksanakan perbuatan-perbuatan yang revolusioner dalam suatu masyarakat yang hampir mati dan dungu. Akan tetapi, nabi Allah itu bangkit terhadap keadaan itu dan melaksanakan misi kemanusiannya di tengah-tengah adat istiadat dan pemikiran-pemikiran yang berlaku.

Dalam Masyarakat Arab Nabi Muhammad SAW memahami benar bahwa masyarakat Arab harus menghilangkan ketidakadilan sosial dan harus menghapuskan kelas-kelas yang mempunyai hak istimewa di dalam masyarakat. Beliau tidak dapat menemukan alasan kenapa harus ada perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Karena itulah beliau menegakkan ajaran persamaan diantara manusia dengan manusia.

Dan sesungguhnya aku adalah manusia sebagaimana kamu semua, laki-laki dan wanita, majikan dan hamba sahaya, serta yang lainnya mempunyai hak yang sama di hadapan Allah dan di hadapan hukum. Di samping usaha menegakkan persamaan dan keharmonisan sosial beliau menciptakan kerukunan kembali diantara agama-agama dunia yang berselisih dengan menetapkan kebijakan toleransi beragama. Dia menjelaskan bahwa umat Islam harus percaya kepada semua nabi yang dikirimkan ke dunia dari waktu ke waktu, tidak boleh seorang pun menjelekkan agama orang lain, sehingga manusia dapat hidup secara damai dan harmonis dan praktek-praktek kejahatan zaman lama tidak lagi terdapat di dalam masyarakat Arab.

Lalu nabi menganjurkan orang-orang menerima untuk berusaha sekuat tenaga mencari ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW menghasilkan perubahan yang menyeluruh di dalam kondisi kaum wanita. Lalu dunia dan semua yang ada di dalamnya adalah harta kekayaan, tetapi harta kekayaan yang paling berharga di dunia adalah wanita yang shaleh.

Semakin kita mengingat keluasan yang dicapai selama waktu 10 tahun yang sangat singkat, serta penentangan keras yang harus dihadapi, semakin kagum kita pada kemampuan, keluwesan, kebijaksanaan, dan kebebasan orang yang telah menyelesaikan revolusi ini.