Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Ada beberapa penelitian pendidikan yang sering dilakukan oleh para ahli di bidang pendidikan, salah satunya adalah Penelitian Tindakan Kelas yang menurut bahasa aslinya adalah Clasroom Action Research. Diantara pengertian tentang Penelitian Tindakan Kelas disampaikan oleh para pakar pendidikan antara lain:

Menurut Kemmis dan Taggart dalam Subyantoro (2009:7) Penelitian Tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka, serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut.

Sedangkan Arikunto (2006:3) menyampaikan bahwa; penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Jadi dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa yang melakukan tindakan adalah guru dan yang dikenai tindakan adalah peserta didik.

Pakar pendidikan lain yang memberikan batasan tentang penelitian tindakan kelas yang hampir sama adalah Suhardjono (2006:57) penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru, bekerja sama dengan peneliti (atau dilakukan oleh guru sendiri yang bertindak sebagai peneliti) di kelas atau di sekolah tempat mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa dalam penelitian tindakan kelas ini guru sebagai peneliti bekerja sama atau berkolaborasi dengan teman sejawat.

Pengertian yang demikian sejalan dengan pendapat Supardi (2006:104) yang mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif partisipatif, kolaboratif dan spiral, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan system, metode kerja, proses, isi, kompetensi, dan situasi.

Dari pendapat beberapa pakar pendidikan seperti disampikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar peserta didik menjadi meningkat.

Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas
Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas ini ada beberapa langkah yang dilakukan peneliti. diantara adalah sebagai berikut:
Mengidentifikasi Masalah
Suatu rencana penelitian tindakan kelas diawali adanya masalah yang dirasakan peneliti. Masalah merupakan suatu kesenjangan antara harapan dengan kenyataan (Mulyadi, 2009). Untuk mengidentifikasi masalah, upaya yang dilakukan peneliti yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti yang dianjurkan IGAK Wardhani dan Kuswaya Wihardit (2008:26) seperti di bawah ini :
  1. Apa yang sedang terjadi di kelas saya?
  2. Masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut?
  3. Apa pengaruh tersebut bagi kelas saya?
  4. Apa yang terjadi bila masalah tersebut saya biarkan?
  5. Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau memperbaiki situasi yang ada?
Berdasarkan pada pertanyaan-pertanyaan di atas kemudian peneliti memilih salah satu jenis masalah yang mungkin bisa ditangani sesuai dengan kebutuhan kelas, kemampuan guru, dan waktu untuk melaksanakannya, karena tidak mungkin semua masalah bisa ditangani oleh peneliti dalam waktu yang bersamaan.

Menganalisis dan Merumuskan Masalah
Setelah masalah teridentifikasi peneliti perlu melakukan analisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas. Abimanyu dalam Subyantoro (2009:40) memberi arahan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan permasalahan untuk Penelitian Tindakan Kelas sebagai berikut :
  1. Pilih permasalahan yang dirasa penting oleh guru sendiri dan muridnya, atau topik yang melibatkan guru dalam serangkaian aktivitas yang memang diprogramkan oleh sekolah.
  2. Jangan memilih masalah yang di luar kemampuan dan atau kekuasaan guru untuk mengatasinya.
  3. Pilih dan tetapkan permasalahan yang skalanya cukup kecil dan terbatas (manageable).
  4. Usahakanlah untuk bekerja secara kolaboratif dalam pengembangan focus penelitian.
  5. Kaitkan Penelitian tindakan Kelas yang akan dilakukan dengan prioritas-prioritas yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah.
Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya menjadi bagian-bagian kecil, selanjutnya peneliti perlu merumuskan permasalahan secara lebih jelas ,spesifik dan operasional. Sebagai bahan pendukung dalam mengidentifikasi masalah peneliti juga mengumpulkan data tertulis berupa daftar nilai ulangan harian/ hasil tes formatif dan menelaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal ini dilakukan dengan minta masukan dari teman sejawat, guru dan kepala sekolah, sehingga peneliti dapat merumuskan masalah.

Merencanakan Perbaikan
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka kegiatan peneliti selanjutnya adalah membuat perencanaan (proposal penelitian tindakan kelas) dan menentukan siklus tindakan. Termasuk dalam hal ini adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan hipotesis tindakan yang diajukan.

Secara garis besar Penelitian Tindakan Kelas ini terdapat empat langkah kegiatan (siklus) yang lazim dilakukan. Menurut Arikunto (2006:16) keempat langkah tersebut adalah (1)perencanaan, (2)pelaksanaan, (3)pengamatan dan (4)refleksi.

Tahap 1: Menyusun Rencana Tindakan (Planning)
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Seperti telah disampaikan di muka, bahwa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi maka peneliti minta masukan dari guru, kepala sekolah dan teman sejawat.

Tahap 2 : Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tahap ke-2 dari penelitian tindakan kelas adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu melakukan tindakan kelas.

Tahap 3 : Pengamatan (observing)
Tahap ke-3, yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau pengamatan ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berlangsung. Jadi, keduanya berlangsung dalam waktu yang bersamaan.

Tahap 4 : Refleksi (Reflecting)
Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Dalam kegiatan ini peneliti  melakukan evaluasi diri atau dengan kata lain peneliti mengadakan “dialog” pada diri sendiri terhadap apa yang telah dilakukannya. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika peneliti sudah selesai melakukan tindakan, kemudian hasil refleksi ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merencanakan tindakan pada siklus berikutnya.

Melaksanakan Tindakan
Skenario pembelajaran yang sudah dibuat akan dilaksanakan pada tahap ini, termasuk pengamatan terhadap pelaksanaan perbaikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran peneliti juga berkolaborasi dengan teman sejawat. Kolaborasi dengan teman sejawat sangat diperlukan terutama dalam mengumpulkan data atau catatan selama pelaksanaan pembelajaran yang berisi tentang kekurangan-kekurangan maupun kekuatan tindakan yang dilakukan peneliti.

Merefleksi Diri
Refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah dan atau tidak terjadi, apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan oleh tindakan perbaikan yang telah dilakukan (Subyantoro. 2009:58). Dalam kegiatan ini peran teman sejawat juga sangat penting, karena masukan dari teman sejawat akan terasa lebih obyektif dan lebih cermat.