Upaya Peningkatan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Fiqih dengan Metode Card Sort

BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah

Masalah pendidikan anak merupakan suatu persoalan yang amat menarik bagi seorang pendidik dan orang tua, karena setiap anak membutuhkan pendidikan. Pendidikan menempati kedudukan yang paling penting dalam kehidupan, ini berkaitan erat dengan generasi muda yang masa depannya harus dipersiapkan dengan baik, dan semuanya hanya dapat tercapai melalui pendidikan. Keluarga menjadi tempat anak hidup dan dididik untuk pertama kali. Sebagai lanjutan pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan dalam lingkungan sekolah.

Perbuatan mendidik diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu, yaitu tujuan pendidikan. Proses pendidikan terarah pada peningkatan penguasaan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap, dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik. Pendidikan berfungsi membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya yaitu, pengembangan semua potensi, kecakapan serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif, baik bagi dirinya maupun lingkungannya (Sukmadinata, 2004: 4).

Dalam Bab II Pasal 3 UU R1 No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Latif, 2009: 12-13).

Sedangkan yang dimaksud dengan Pendidikan Agama, yaitu seperti yang dijelaskan dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 30 BAB IV, menjelaskan bahwa pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 30 BAB IV (Nomor 2 tahun 2003)).

Dalam situasi seperti ini peran guru sangatlah penting, guru mempunyai peranan ganda sebagai pengajar dan pendidik. Kedua peran tersebut bisa dilihat perbedaannya tetapi tidak bisa dipisahkan. Tugas utama sebagai pendidik adalah membantu mendewasakan anak. Dewasa secara psikologis, sosial dan moral. Tugas utama guru sebagai pengajar adalah membantu perkembangan intelektual, afektif dan psikomotor, melalui penyampaian pengetahuan, pemecahan masalah, latihan-latihan afektif dan keterampilan (Sukinadinata, 2004: 252-253)
Kemudian, prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Materi pelajaran dapat dipelajari dengan baik bila siswa dapat memusatkan pikirannya dan menyenangi materi pelajaran tersebut. Siswa dapat menjadi kurang berhasil dalam menerima materi pelajaran itu disebabkan siswa itu tidak tertarik dengan materi pelajaran yang disampaikan. Kemampuan intelektual siswa juga sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi.

Pemilihan strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selain itu, juga harus disesuaikan dengan jenis materi, karakteristik peserta didik serta situasi atau kondisi dimana proses pembelajaran tersebut akan berlangsung. Terdapat metode clan teknik pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, tetapi tidak semuanya sama efektifnya dapat mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan peran kreativitas guru dalam memilih strategi pembelajaran tersebut (Uno, 2009:8).

Pemilihan metode pembelajaran pendidikan agama, khususnya untuk mata pelajaran Fiqih juga harus didasarkan pada situasi dan kondisi pembelajaran pendidikan agama yang ada. Saat ini pelajaran Fiqih yang dilaksanakan di sekolah seakan masih bersifat menyendiri, sehingga mata pelajaran Fiqih pada jenjang sekolah dasar yang diajarkan kurang begitu maksimal hasilnya. Serta diperlukan strategi yang tepat untuk memperoleh hasil prestasi belajar yang maksimal. Sebelum diadakan penelitian tindakan kelas dengan metode Card Sort nilai mata pelajaran Fiqih pada siswa kelas 1 di MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu nilai siswa kurang dart 70, sehingga peneliti mencoba menggunakan metode Card Sort dalam kegiatan belajar mengajar.

Sehubungan dengan hal itu maka proses belajar mengajar di MI Mtftahul Falah Kadirejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang dalam mata pelajaran Fiqih akan dicoba penelitian tindakan kelas untuk mempermudah menyampaikan materi dan mudah dimengerti anak, di Ml Miftahul Falah Kadirejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian tindakan kelas digunakan agar terjadi peningkatan prestasi belajar Fiqih pada siswa melalui model pembelajaran Card Sort.

Penerapan strategi Card Sort diduga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran Fiqih. Card Sort (sortir kartu) merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obyek atau mereview informasi. Gerakan fisik yang dominan dari strategi ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh atau bosan (Zaini, 2008:50).

Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah tersebut, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian tindakan kelas yang berhubungan dengan pendekatan pembelajaran dengan menerapkan metode Card Sort dengan berinisiatif mengambil judul "Upaya Peningkatan Prestasi Belajar pada mata pelajaran Fiqih dengan Metode Card Sort pada kelas I di MI Miftahul Walsh Kadirejo 01 Pabelan Kab. Semarang".


B.    Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
  1. Apakah penerapan metode card sort dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas 1 di MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang tahun 2011/ 2012?
  2. Apakah penerapan metode card sort dapat meningkatkan aktivitas pada siswa kelas 1 di MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang tahun 2011/ 2012?

C.   Tujuan Penelitian

Dari tujuan masalah di atas, maka peneliti ini bertujuan untuk :
  1. Untuk mengetahui apakah metode card sort dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas 1 di MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang tahun 2011/ 2012.
  2. Untuk mengetahui apakah metode card sort dapat meningkatkan aktivitas pada siswa kelas 1 di MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang tahun 2011/ 2012.

D.   Hipotesis Penelitian

Diduga metode Card Sord dapat meningkatkan prestasi belajar dan meningkatkan aktivitas siswa kelas 1 MI Miftahul Falah Kadirejo 1 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.


E.   Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak:

Manfaat Praktis
  • Bagi Guru

Sebagai khasanah ilmu pengetahuan guru dalam penerapan metode card short dan sebagai upaya memperkaya metode pembelajaran sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I khususnya pelajaran Fiqih.

  • Bagi Peneliti

Untuk merealisasikan pengembangan ilmu pengetahuan yang didapat dan diupayakan dalam pengembangannya. Dan sebagai calon pendidik, untuk mengetahui kondisi obyektif siswa dengan segala latar belakangnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi faktor belajarnya.


Manfaat Teoritis

Penelitian tindakan kelas dapat menambah wawasan mengenai bidang pembelajaran mata pelajaran Fiqih, khususnya penerapan metode card sort dalam meningkatkan prestasi belajar, sehingga dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti-peneliti berikutnya.

F.   Definisi Istilah
  • Upaya. Upaya dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia yaitu usaha (syarat), untuk menyampaikan suatu maksud, akal, ikhtiar (2006: 1345).
  • Peningkatan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2006:1198), peningkatan adalah proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb)
  • Prestasi Belajar. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari (dilakukan, dikerjakan, dsb) (2006 :910) Belajar adalah suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Slameto, 1991: 2). Jadi prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai yang menimbulkan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya.

  • Mata Pelajaran Fiqih. Mata pelajaran fiqih dalam kurikulum Madrasah Ibtidaiyah adalah upaya salah sate bagian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengamalkan hukum islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of life) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman (Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam,2004: 48)

  • Metode Card Sort. Metode Card Sort atau memilah dan memilih kart-u. Merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu obyek, atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang diutamakan dapat membantu untuk memberi energi pada kelas yang letih.(Silberman,2009:157)

G.   Metode Penelitian

Rancangan Penelitian

Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahap utama kegiatan, yaitu perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflecting) dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).

Adapun model penelitian tindakan kelas menurut Suharsimi Arikunto (2007: 18) dapat digambarkan dalam skema berikut ini :

Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas Suharsimi Arikunto

Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Suharsimi Arikunto

Subyek Penelitian

Subjek yang dikenai ttndakan yaitu siswa-stswi kelas 1 MI Mifthaul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang pada mata pelajaran Fiqih yang berjumlah 8 orang .

Langkah-langkah Penelitian

Langkah-langkah penelitian tindakan kelas ini meliputi beberapa siklus yaitu siklus I, siklus II dan siklus III. Pada setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap kegiatan dan pelaksanaan, tahap pengumpulan data, observasi, dan refleksi.

Instrument Penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah; lembar Kegiatan Siswa, Tes Formatif, Lembar Kegiatan Belajar Mengajar.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, dimana observasi tersebut merupakan salah satu metode untuk memperoleh data yang dimaksud. Di samping itu, pengumpulan data juga diperoleh dari dokumentasi.
Metode Observasi

Metode observasi atau pengamatan dapat diartikan sebagai eara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung (Sukmadinata, 2007:220).

Dalam penelitian ini, peneliti langsung terjun ke lokasi penelitian untuk mengadakan pengamatan dan penelitian guna mendapatkan data yang diperlukan. Metode observasi ini untuk mengumpulkan data antara lain:

  1. Mengamati lokasi penelitian untuk memperoleh gambaran umum lokasi penelitian.
  2. Mengamati aktivitas siswa pada siklus I sampai siklus III yang meliputi minat, perhatian, partisipasi, dan diskusi.

Metode Dokumentasi

Pendekatan dokumentasi adalah pendekatan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan-catatan, transkrip, buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya. (Arikunto, 2002:206)

Peneliti menggunakan metode dokumentasi untuk mengetahui data-data terkait dengan sejarah berdirinya MI Mifathul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang, jumlah guru, absensi kelas untuk mengetahui data siswa kelas I yang mengikuti mata pelajaran Fiqih, serta data-data yang terkait lainnya.

Tes

Digunakan lembar tes yang dikerjakan siswa, untuk mengetahui penguasaan materi siswa baik berupa tes formatif yaitu soal pilihan ganda dan essay untuk siklus I, siklus II dan Siiklus III. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan dianalisis untuk prestasi belajar siswa kelas I di MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang.

Data yang dikumpulkan dari hasil observasi berupa angka, untuk mengetahui apakah ada peningkatan prestasi belajar siswa seperti yang diharapkan dilakukan dengan cara menghitung prosentase kemudian dideskripsikan.

Dalam penelitian ini selain melihat keaktifan yang diamati selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Taraf keberhasilan tindakan juga ditentukan dengan melihat prestasi belajar yaitu hasil belajar afektif yang berasal dari sikap dan keaktifan siswa selama kegiatan belajar mengajar. Hasil belajar afektif merupakan salah satu aspek dalam penilaian, karena bertujuan untuk mengetahui sikap siswa selama kegiatan belajar mengajar, hal yang diamati antara lain: kejujuran dalam mengerjakan tugas, penghargaan dalam menghargai pendapat orang lain, keberanian dalam bertanya, menjawab dan berargumen dalam diskusi, dan dapat kerjasama dalam kelompok.


H.   Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan menyeluruh, sistematika pembahasan skripsi ini dibagi dalam lima bab:

BAB I PENDAHULUAN meliputi Latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis penelitian, definisi istilah, metode penelitian, sistematika Penulisan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA yang menjelaskan tentang pengertian Prestasi Belajar dan Metode Card Sort.

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN yang berisi tentang gambaran Umum MI Miftahul Falah Kadirejo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang, memaparkan deskripsi pelaksanaan siklus I, deskripsi pelaksanaan siklus II, dan deskripsi pelaksanaan Siklus III.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN yang berisi analisa deskripsi persiklus, dan pembahasan tiap siklus.