Cara Isi Ulang Tinta Dengan Suntik

Banyak pengguna printer jenis inject yang mengeluhkan kerusakan pada katrid setelah melakukan pengisian tinta dengan cara disuntik. Setelah diisi ulang, catrid tidak mau mengeluarkan tinta alis macet, sehingga hasil cetak putus-putus atau kurang bagus. Lebih parahnya lagi, setelah pengisian tinta dengan cara disuntik Catrid justru tidak terdeteksi oleh printer. Mengapa hal ini terjadi? Lantas bagaimana cara mengatasinya?

Kesalahan dalam proses pengisian tinta dengan cara suntik sering disebabkan karena kurangnya pemahaman dalam masalah printer serta cara yang benar dalam pengisian tinta. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat pengisian ulang tinta dengan cara disuntik.

Membuat Lubang Pada Catrid
Catridge Hitam (Black)
Pada jenis Catrid hitam lubang pengisian tinta dapat dibuat di bagian atas Catrid, tepatnya pada cekungan berbentuk lingkaran di bawah sticker. Anda bisa merabanya atau melepas sticker untuk lebih jelasnya.
Buat lubang menggunakan solder atau alat lain pada titik tersebut. Sebaiknya lubang tidak terlalu kecil, agar udara yang ada di dalam Catrid bisa keluar saat kita suntikkan tinta. Jika lubang yang kita buat terlalu sempit maka tinta akan menggelembung, bahkan tinta keluar dari Catrid saat kita isi ulang.

Catridge Warna (Color)
Catrid warna terdiri dari 3 warna; Cyan (biru), Magenta (merah) & Yellow (kuning), buatlah lubang dengan menyesuaikan pada cekungan masing-masing warna. (perhatikan gambar)
cara isi tinta dengan suntik

Menyuntikan Tinta Ke Lubang Catrid
Jika lubang sudah dibuat, kita dapat melakukan pengisian tinta dengan skala sebagai berikut:
  • Catrid hitam (black) kurang lebih 5ml
  • Catrid warna (color) masing-masing sekitar 3ml
Lakukan dengan perlahan dan pastikan tidak ada gelembung udara yang keluar saat penyuntikan Catrid, supaya tinta tidak berceceran.

Tutup Lubang Pengisian Tinta
Biasanya setelah mengisi tinta Catrid langsung dipasang begitu saja. Padahal cara yang benar dalam mengisi tinta adalah kita harus menutup kembali lubang Catrid menggunakan lakban atau selotip. 
Jika katrid dibiarkan terbuka maka tinta akan mengalir ke bawah, dan head print akan banjir bahkan tinta bisa beku di dalam head.

Bersihkan Catrid Dengan Tisue
Setelah kita tutup lubang pada Catrid, bersihkan head print dengan tisue dengan cara menempeklanya secara perlahan. Hindari menyentuh kuningan pada head print dengan tangan, agar Catrid tidak mengalami error saat dipasang kembali.

Pasang Catrid Pada Printer
Setelah semua selesai, pasang kembali Catrid ke printer kemudian lakukan cleaning untuk memastikan tinta di dalam Catrid siap digunakan untuk mencetak.

Demikian beberapa Tips Pengisian Ulang Tinta Dengan Cara Disuntik, semoga bermanfaat.
Read more

Cara Seting Kertas F4 di Microsoft Word dan Excel

Kertas F4 merupakan jenis kertas yang paling sering digunakan untuk mencetak dokumen seperti; surat-surat, tugas sekolah/ kuliah, maupun administrasi perkantoran. Sayangnya, pilihan Paper Size F4 tidak disediakan oleh pihak Microsoft, sehingga kita harus mengatur ukuran kertas secara manual untuk mendapatkan hasil cetak yang sempurna.

Cara Seting Kertas F4 di Microsoft Word
Ukuran Kertas F4 yaitu (21.5 x 33 cm) atau (8.50 x 13.00 inch), pada Microsoft Office Word kita dapat mengatur ukuran kertas F4 di menu Page Layout, lalu klik More Paper Sizes untuk mengatur ukuran kertas secara manual.

seting kertas f4 di microsoft word
Setelah memilih More Paper Sizes maka akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini. SIlahkan isi kolom Width dengan ukuran 22.5 cm dan 33 cm pada kolom Height. Klik OK dan selesai, sekarang Anda dapat mencetak dokumen dengan kertas F4.
 mengatur kertas f4 di ms office word
Berbeda dengan cara seting kertas F4 di Microsoft Word, di Excel cara pengaturan kertas akan sedikit lebih ribet. Tapi tenang saja, silahkan simak cara dan langkah berikut!

Seting Kertas F4 di Microsoft Excel
Pada aplikasi Excel seting kertas F4 juga bisa dilakukan melalui menu Page Layout, tetapi akan sedikit ribet atau membingungkan. Untuk lebih mudahnya, seting kertas F4 dilakukan langsung pada printer yang sobat gunakan. Caranya mudah:
Buka menu Devices and Printeres
cara mengatur kertas f4

Selanjutnya, klik kanan pada printer yang Anda gunakan lalu pilih Printing Preferences.
setting kertas F4 printer canon
Akan terbuka jendela baru, silahkan lakukan setting ukuran kertas dengan memilih menu Printer Paper Size.
membuat ukuran kertas f4
Atur ukuran kertas secara manual dengan klik pilihan Custom, lalu isikan ukuran kertas F4 yaitu (21.5 x 33 cm) atau (8.50 x 13.00 inch).
mengatur kertas f4 pada ms excel
Selesai, Anda dapat memulai mencetak dengan kertas F4 secara sempurna. Bila perlu, simpan setting ukuran yang baru saja dibuat atau klik centang pada opsi Always Print with Current Setting.

Sekian tutorial singkat mengenai Cara Seting Ukuran Kertas F4 di Microsoft Office Word dan Excel, semoga membantu dan terima kasih kunjungannya.
Read more

Cerpen Segelas Air Untuk Guruku

Selama mengikuti SIM Guru Pembelajaran Online ada beberapa materi yang cukup menarik untuk kami bagikan pada sobat dunia maya, salah satunya yaitu Cerpen Segelas Air Untuk Guruku karya Farida. Pada akhir pembelajaran Sesi 4 kami mendapatkankan materi analisis karya sastra, salah satunya cerpen. Dalam materi SIM GPO cerpen karya Farida ini tidak hanya disajikan teks saja, melainkan juga disajikan pembacaan atau audio, sebagai berikut:

novel segelas air untuk guruku farida
Mp3 Cerpen "Segelas Air untuk Guruku" dapat diunduh disini

Teks Cerpen Segelas Air untuk Guruku karya Farida

Anis berlari mengendap-endap kedalam kelas. Sekolah masih sepi, belum seorang pun siswa datang. Seperti kemarin juga, kemarinnya lagi Anis meletakkan segelas air putih ke meja ibu guru, setelah itu ia kembali berlari keluar. Anis kembali ke warung kecil ibunya yang terletak dibelakang sekolah.

"Kau dari mana, Nak?" Tanya ibunya ketika Anis tiba.

"Mmm.. Anis dari kelas sebentar" Jawab Anis sambil kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda.

Sebelum sekolah, Anis memang terbiasa membantu ibunya menyiapkan dagangan di warung kecil mereka.

Waktu terus berlalu bel tanda masuk berdentang beberapa kali. Anis segera bergegas ke kelasnya. Ada yang selalu ia tunggu setiap kali mengikuti pelajaran dari Ibu Arin. Ya, Bu Arin itu gurunya. Bukan hanya pelajaran yang ia nantikan, tapi juga saat Bu Arin meneguk air putih yang selalu ia sediakan setiap pagi. Hatinya begitu bahagia walaupun Bu Arin tidak pernah tau siapa yang menyediakan air minum itu.

Seperti biasa, pagi ini Bu Arin masuk kelas dengan senyumnya yang ramah. Beliau menyapa seluruh anak kelas V dengan hangat. Lalu Bu Arin kembali menerangkan pelajaran dengan gayanya yang menarik. Di bangku paling belakang, Anis mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian. Hati Anis berdebar-debar cemas, jam pelajaran hampir saja selesai tetapi Bu Arin tidak juga meminum air putih yang ia hidangkan. Perlahan-lahan hati Anis dirasuki perasaan kecewa dan sedih.

Biasanya Bu Arin tidak seperti ini. Beliau biasanya meneguk minuman itu dengan semangat, lalu bibirnya tersenyum kepada seluruh penghuni kelas. Tapi hari ini tidak, jangan-jangan Bu Aris sudah tidak mau lagi minum air itu. Atau? Ya atau Bu Aris sudah tau siapa yang menyediakan minuman itu, lalu Bu Arin merasa jijik karena air minum itu disediakan seorang murid miskin seperti Anis. Berbagai pikiran terus berkecamuk di kepala Anis, hatinya makin sedih.

"Teng! Teng! Teng!" Bel tanda istirahat berdentang. Bu Arin menyudahi pelajarannya. Lalu anak-anak berhambur keluar. Anis berjalan lunglai. Hatinya benar-benar sekali sedih, karena sampai pelajaran berakhir Bu Anis tidak menyentuh air minum itu.

"Anis...!" Tiba-tiba suara Bu Arin menghentikan langkah lesu Anis. "Boleh ibu bicara sebentar?" Jantung Anis tiba-tiba berdegup kencang. Jangan-jangan Bu Arin tau siapa yang selalu menyiapkan air putih dan beliau tidak senang dengan hal itu. Mungkin Bu Arin akan memarahinya. Hati Anis kembali bergedup kencang.

"Kenapa Nis, keberatan kalau ibu ingin berbicara denganmu?"

"Ee.. mmm... ti...ti..tidak Bu" Perlahan Anis duduk di bangku yang berada didepan meja Bu Arin.
"Nis.. Kenapa ya hari ini kamu kelihatan begitu sedih dan tidak semangat?" Tanya Bu Arin.
(Anis tergugup)

"Biasanya kamu begitu riang dan sangat bersemangat kalau pelajaran ibu?, Kamu sedih ya karena hari ini Ibu tidak meminum air putihmu?"
(Anis tersentak dan wajahnya tiba-tiba pucat) "Ja... Jadi ibu tau kalau air itu..?" Anis tergagap-gagap.

"Iya Nis, ibu tau dari sikapmu. Selama ini ibu selalau bertanya-tanya, siapa ya yang selalu menyiapkan air putih dimeja ibu.. Lalu ibu perhatikan, jika ibu minum air itu kamu selalu kelihatan paling gembira. Nah, lalu hari ini sengaja ibu tidak meminum air ini untuk membuktikan dugaan ibu itu benar".

"Nah, ternyata benar lho, kamu sangat bersedih ketika ibu tidak meminumnya. Berarti kamu kan yang selalu menyiapkan air minum itu?"

"Maafkan saya Bu, saya tidak bermaksud apa-apa. Saya hanya ingin berterimakasih kepada ibu, karena ibu telah mengajari saya. Tapi saya tidak tau harus berbuat apa. Saya juga tidak punya apa-apa bu untuk dihadiahkan, seperti apa yang sering diberikan teman-teman. Saya hanya bisa menyiapkan air minum itu, yang lain tidak Bu, agar ketika ibu mengajar sudah mengajar ibu pasti merasa haus, Ibu tinggal minum saja. Tapi jika ibu tidak suka, saya tidak akan menyiapkan air minum lagi" Suara Anis terdendat-sendat.

"Kenapa ibu tidak suka Nis? Kamu ini ada-ada saja"

"Iya, karena Anis orang miskin, mungkin ibu jijik minum air yang saya sediakan" Air mata Anis mulai meluncur.

"A..nis.." Bu Arin mendekati Anis lalu mengelus kepala Anis. "Ibu tidak merasa jijik kok, justru ibu sangat bangga memiliki murid seperti kamu. Kamu anak yang tau berterimakasih. Ibu sangat senang! Ibu berjanji akan meminum air itu setiap hari"

"Haa? Benar Bu? Benar ya Bu?" Anis menatap tak pecaya, Bu Arin mengangguk.

Tanpa sadar Anis menghambur kedalam pelukan Bu Arin. Air mata Anis menetes, kali ini ia benar-benar bahagia. Anis merasakan betapa hangatnya berada dekapan gurunya yang sangat dicintainya.

Analisis Novel Setelas Air Untuk Guruku 
Setelah mendengarkan cerita/ novel tersebut, kami diuji dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

Cerita yang berjudul “Segelas Air untuk Guruku” mengangkat sebuah tema [1].....................  Cerita ini mengisahkan seorang siswa SD kelas V. Ia seorang anak yang mempunyai sifat [2]...............  Setiap [3].......... sebelum sekolah ia selalu membantu ibunya di [4]........... yang terletak di [5]................ Dalam cerita tersebut ada [6]............. tokoh. Anis adalah [7]................., sedangkan bu Arin dan ibu [8]............ Bu Arin digambarkan sebagai seorang guru yang [9]................ [10]............. dialami tokoh utama ketika air minum yang disiapkan tidak diminum oleh ibu guru. [11] ...............permasalahan memuncak ketika Arin diajak berbicara dengan bu Arin. Kehidupan tokoh yang miskin menjadi [12] ................. yang cukup menarik. Pengarang sangat lihai dalam menyusun pusat pengisahan dengan menggunakan sudut pandang [13] ..........  yang menempatkan tokoh dengan menyebut nama atau kata gantinya. Pengarang juga mampu menghidupkan cerita dengan menggunakan gaya bahasa konkret yang menggunakan [14]............., tiruan bunyi lonceng sekolah.
 
Jawaban untuk pertanyaan di atas adalah sebagai berikut:
  1. 1. Tema: perhatian dan kasih sayang
    Tema cerita tersebut wujud perhatian, kasih sayang, dan rasa terima kasih siswa terhadap gurunya.
  2. Sifat penolong
    Tokoh dalam cerita ini memiliki sifat penolong, yang ditunjukkan dengan kesibukannya setiap hari membantu ibunya menyiapkan dagangan.
  3. Latar pagi
    Latar waktu dalam cerita ini adalah pagi hari dengan suasana sebalum masuk sekolah
  4. Warung
    Warung merupakan latar tempat yang terdapat dalam cerita ini.
  5. Belakang sekolah
    Berdasarkan cerita yang dibacakan warung milik ibu dalam tokoh cerita ini terletak di belakang sekolah yang sekaligus juga menunjukkan latar tempat. yang lebih spesifik.
  6. Tiga
    Dalam cerita ini ada tiga tokoh yaitu, Anis, Ibu, dan Ibu guru Arin.
  7. Tokoh utama
    Anis adalah tokoh utama dalam cerita ini karena Anis lebh sering hadir dalam cerita dibandingkan tokoh lain.
  8. Tokoh tambahan
    Bu guru Arin merupakan tokoh tambahan dalam cerita ini. Menurut Burhan Nurgiyantoro dari fungsinya tokoh dapat digolongkan menjadi tokoh utama dan tokoh sampingan.
  9. Menyenangkan
    Bu Arin dalam cerita ini digambarkan sebagai guru yang menyenangkan yang dapat Saudara dengarkan dalam bagian bu Arin mengajar dengan gaya yang menarik.
  10. Konflik batin
    Konflik batin dialami oleh tokoh ketika air minum yang biasa ia siapkan tidak diminum oleh ibu guru. Untuk mengetahui hal ini Saudara dapat dengarkan kembali kecamuk batin dalam diri tokoh yang dirasuki rasa kecewa dan sedih.
  11. Klimaks
    Kelanjutan konflik batin yang dialami tokoh mencapai klimaks atau puncak ketika tokoh utama  diajak berbicara dengan ibu guru Arin.
  12. Latar sosial
    Keadaan keluarga yang miskin merupakan latar sosial dalam cerita ini. Berdasarkan teori analisis pengkajian fiksi latar dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.
  13. Dia
    Dia merupakan sudut pandang atau gaya penceritaan tokoh. Menurut Burhan Nurgiyantoro, gaya penceritaan atau sudut pandang “dia” atau “diaan” menempatkan narator di luar cerita yang biasanya dilakukan dengan penyebutan tokoh cerita maupun penyebutan kata gantinya.
  14. Anamatope
    Untuk menghidupkan suasana penulis cerita menggunakan bahasa yang dikonretkan dengan menggunakan anamatope yaitu tiruan bunyi yang berupa tiruan bunyi lonceng sekolah.
Sekian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.
Sumber: https://paspor.gurupembelajar.id
Read more

Ragam Bahasa Resmi dan Tidak Resmi

Pengertian Ragam Bahasa Resmi (Formal)
Ragam bahasa resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana resmi atau formal, misalnya surat dinas, pidato dan makalah atau karya tulis. Ragam bahasa resmi (formal) biasanya menggunakan tata bahasa yang baik (sesuai EYD), lugas, sopan, menggunakan bahasa yang baku, baik itu dalam bahasa lisan maupun tertulis.  Bahasa resmi atau formal adalah bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, seperti urusan surat-menyurat, bertutur dengan orang yang tidak kita kenal dekat atau lebih tinggi status dan pangkatnya.
bahasa formal dan non formal

Ciri-ciri Ragam Bahasa Resmi
  1. Digunakan dalam situasi resmi
  2. Nada bicara yang cenderung datar
  3. Kalimat yang digunakan kalimat lengkap
Contoh Penggunaan Bahasa Resmi
‘Saya sudah menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.’

Pengertian Ragam Bahasa Tidak Resmi (Non Formal)
Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari. Ragam bahasa tidak resmi (non formal) Ciri-ciri bahasa tidak resmi adalah kebalikan dari bahasa resmi. Biasanya digunakan oleh orang-orang yang sudah akrab, seperti antara teman dekat, antara orang tua dan anak, atau kepada kerabat dekatl ainnya.
Bahasa tidak resmi mempunyai sifat yang khas:
  1. Kalimatnya sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak menggunakan kata penghubung.
  2. Menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim dipakai sehari-hari. Contoh: bilang, bikin, pergi, biarin.
Ciri-ciri ragam bahasa tidak resmi
  1. Digunakan dalam situasi tidak resmi
  2. Sering menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap

Contoh penggunaan bahasa non resmi
‘PR itu sudah aku selesaikan.’

Perbedaan Ragam Bahasa Resmi dan Tidak Resmi
Ragam bahasa resmi adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, menggunakan bahasa yang sopan, lugas, baku, kalimat yang digunakan lengkap. 
Contohnya: “Saya sudah mengerjakan pekerjaan rumah tersebut”.

Sedangkan ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi, digunakan dengan orang yang sudah kenal akrab, kalimat-kalimatnya sederhana, menggunakan kata yang tidak lazim dipakai sehari-hari, kalimat yang digunakan tidak lengkap.
Contoh: “PR itu sudah aku selesaikan”.

Sumber Web:
bl103.ilearning.me

fadilarafat.wordpress.com
markootansa.blogspot.co.id

nita-afrilia.blogspot.co.id

mchilhmrj.blogspot.co.id
Read more

Contoh Surat Tugas dan SPPD Terbaru

SPPD adalah surat yang memuat perintah untuk melaksanakan tugas ke suatu wilayah dalam jangka waktu yang ditentukan dan dengan biaya kantor. Pada instansi pemerintahan, SPPD atau Surat Perintah Perjalanan Dinas diperuntukkan bagi pejabat/ pegawai agar melaksanakan tugas tertentu yang dilaksanakan di luar instansi/ kantor (jarak minimal 5 km) dari batas kota dan dilakukan atas perintah serta wewenang demi kepentingan Negara. SPPD berguna sebagai pelengkap perjalanan dinas bagi seorang pegawai, supaya dalam menjalankan tugas kedinasan bisa berjalan efesien sesuai waktu yang  ditentukan.

contoh surat tugas dari kepala sekolah

Di beberapa Lembaga Pendidikan, SPPD dibuat setelah seorang guru/ pegawai mendapat surat tugas dari kepala sekolah. Terkadang pihak sekolah tidak membuatkan SPPD, sehingga untuk mendapatkan akomodasi perjalanan dinas perlu membuat SPPD sendiri. Berikut contoh SPPD terbaru:

contoh sppd yang benar

contoh sppd terbaru

contoh sppd dari sekolah

Pada lembar terakhir SPPD dibubuhi dengan Poin 8 Surat Menteri Keuangan tanggal 30 April 1974 Nomor: B.296/MK/1/4/1974 sebagai berikut:
Pejabat yang berwenang memberikan SPPD, Pegawai yang melakukan Perjalanan Dinas, para pejabat yang mengesahkan tanggal berangkat/ tiba serta Bendaharawan, bertanggung jawab berdasarkan peraturan-peraturan Keuangan Negara, apabila Neggara menderita rugi akibat kesalahan, kelalaian dan kealpaannya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas yang diemban, seorang pegawai yang melakukan perjalanan dinas hendaknya juga membuat Laporan Pelaksanaan Tugas sebagai berikut:

contoh laporan pertanggungjawaban tugas kedinasan

Demikian Contoh Surat Tugas, SPPD dan Laporan Pelaksanaan Tugas yang dapat kami bagikan. Jika bapak/ ibu tidak punya banyak waktu untuk membuat dokumen di atas, berikut kami bagikan dalam format Microsoft Word document. Silahkan diunduh dan semoga bermanfaat.

Read more

Soal UTS PAI SD Semester I Kelas I - VI

Tak terasa Ulangan Tengah Semester tingkat Sekolah Dasar akan segera dilaksanakan, tepatnya pada hari Senin 19 September 2016. Sebagaimana mestinya, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam akan dilaksanakan pada hari pertama atau tinggal 1 hari lagi. Meskipun sedikit terlambat, kami bagikan Bank Soal PAI semester ganjil tahun ajaran yang lalu. Harapan kami semoga bermanfaat bagi anak didik dan mungkin kiranya dapat dijadikan sebagai rujukan Bapak/ Ibu guru PAI yang belum menyiapkan soal UTS Ganjil tahun 2016/2017.

soal uts pai semester 1 sekolah dasar

Berikut arsip Soal UTS PAI semester ganjil yang kami tulis dalam format Microsoft Word document. Silahkan unduh gratis.

Bank Soal Pendidikan Agama Islam (UTS I)

Soal UTS PAI Kelas 1 Semester 1

Soal UTS PAI Kelas 2 Semester 1

Soal UTS PAI Kelas 3 Semester 1

Soal UTS PAI Kelas 4 Semester 1

Soal UTS PAI Kelas 5 Semester 1

Soal UTS PAI Kelas 6 Semester 1  

Demikian beberapa Contoh Soal UTS Pendidikan Agama Islam yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat dan selamat menempuh UTS, semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua. amiin
Read more