Pembentukan Karakter Melalui Organisasi

ABSTRAK

Syarifudin, Ahmad. 2010. Pembentukan Karakter Melalui Organisasi (Studi Kasus pada Organisasi Santri Ta’mirul Islam Tegalsari Surakarta). Skripsi. Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing : Rachmat Hariyadi, M. Pd.

Kata Kunci       : Pembentukan Karakter Melalui Organisasi.

Penelitian ini merupakan upaya strategis organisasi untuk membentuk karakter para santri di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Tegalsari Surakarta. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1) bagaimanakah aktivitas mantan pengurus Organisasi  Santri Ta’mirul IslamTegalsari Surakarta ketika mereka masih aktif ?, (2) bagaimanakah persepsi mereka mengenai pengaruh aktif di Organisasi Santri terhadap pembentukan karakter ?, (3) bagaimanakah pengaruh keaktifan dalam Organisasi Santri dalam kehidupan mereka selepas dari Pesantren ?.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif deskriptif analisis yang bersifat natural setting dengan rancangan studi yang sumber datanya berasal dari manusia (human instrument). Metode pengumpulan data yang dipakai oleh peneliti adalah metode interview, metode observasi, metode dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data peneliti menggunakan metode analisis data sebagi berikut : deduksi, induksi, reduksi data dan sintesis.
Temuan penelitian  ini menunjukkan bahwa aktif dalam kegiatan organisasi sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter para santri di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta. Sedangkan jawaban dari pertanyaan di atas yang sesuai dengan hasil penelitian di lapangan adalah sebagai berikut : (1) aktivitas para mantan pengurus Organisasi Santri Ta’mirul Islam (OSTI) selama mereka masih aktif berusaha memberikan kegiatan yang dapat membentuk karakter para santri menjadi positif, (2) persepsi para pengurus OSTI mengenai sikap aktif para santri dalam mengikuti kegiatan keorganisasian memperhatikan kedua factor yaitu, factor internal dan factor eksternal, kedua factor tersebut harus terpenuhi dengan baik, dan (3) pengaruh keaktifan dalam Organisasi Santri selepas dari Pesantren bisa ditunjukkan denagn sikap para santri yang memeliki tata krama, kesopanan dan kemampuan dalam memimpin suatu acara atau kegiatan yang ada di masyarakat.