Prestasi Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

A.    Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar berasal dari kata prestasi dan belajar. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia prestasi memiliki arti hasil yang telah dicapai (Poerwadarminto, 2005 : 910). Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Wijaya Kusumah, 2009 : 153). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru.

Prestasi belajar siswa erat kaitannya dengan keberhasilan guru dalam pembelajaran. Betapa tingginya nilai suatu keberhasilan, sampai-sampai seorang guru berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk mempersiapkan program pengajarannya dengan baik dan sistematik. Namun terkadang, keberhasilan yang dicita-citakan, tetapi kegagalan yang ditemui. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor sebagai penghambatnya. Sebaliknya, jika keberhasilan itu menjadi kenyataan, maka berbagai faktor itu juga sebagai pendukungnya. Berbagai faktor yang dimaksud adalah tujuan, guru, siswa, kegiatan pengajaran, alat evaluasi, bahan evaluasi, dan suasana evaluasi (Djamarah Aswan, 2006 : 109).

Tujuan merupakan pedoman sekaligus sebagai sasaran yang akan dicapai dalam pembelajaran. Sedikit banyaknya perumusan tujuan akan mempengaruhi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dan secara langsung mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Perumusan tujuan tersebut akan menghasilkan prestasi belajar yang bermacam-macam pula.

Guru adalah pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada siswa di sekolah. Setiap guru memiliki kepribadian sesuai dengan latar belakang kehidupannya, memiliki kualifikasi akademik dan berkompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani rohani dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan pendidikan nasional. (Khaeruddin, dkk, 2007 : 59).

Kepribadian ataupun kompetensi guru merupakan bagian yang dapat mempengaruhi pola kepemimpinannya dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajarpun akan mempengaruhi kompetensi seorang guru di bidang pendidikan dan pengajaran. Akibatnya akan melahirkan perbedaan pandangan seorang guru terhadap siswanya. Hal tersebut akan mempengaruhi pembelajara di kelas dan menghasilkan prestasi belajar yang bervariasi.

Siswa sebagai orang yang dengan sengaja datang ke sekolah, memiliki karakteristik yang berbeda, kepribadian, tingkat kecerdasan, biologis, psikologis, dan latar belakang kehidupan sosial mereka yang beragam akan mempengaruhi pembelajaran. Oleh sebab itu prestasi belajar yang dihasilkan pun beragam pula sesuai dengan karakteristik setiap siswa.

Kegiatan pengajaran memiliki pola umum yang menyebabkan terjadinya interaksi antara guru dengan siswa dan bahan sebagai perantaranya. Guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar bagi kepentingan belajar siswa. Dalam pembelajaran penggunaan pendekatan, metode pengajaran, dan media pengajaran harus variatif sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga anak akan termotivasi untuk belajar, dan hasilnya pun akan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Bahan evaluasi adalah suatu bahan yang terdapat di dalam kurikulum yang sudah dipelajari oleh siswa (Djamarah Aswan, 1996 : 131). Bahan evaluasi sudah dikemas dalam bentuk buku paket ataupun buku penunjang lain yang digunakan dalam pembelajaran. Sedangkan alat evaluasi adalah suatu alat yang digunakan guru untuk mengevaluasi pembelajaran. Alat evaluasi dapat berupa tes lisan ataupun tertulis dan harus disesuaikan dengan bahan evaluasi. Ketepatan pemilihan bahan dan alat evaluasi akan mempengaruhi keberhasilan seorang guru dalam mengajar. Selain faktor tujuan, guru, siswa, kegiatan pengajaran, serta bahan dan alat evaluasi, faktor suasana evaluasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Besar kecilnya jumlah siswa yang dikumpulkan di dalam kelas dan sikap pengawas akan mempengaruhi suasana evaluasi.

Peningkatan prestasi belajar bisa melalui pengelolaan pembelajaran yang variatif oleh guru, sarana dan prasarana yang memadai di lingkungan sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, daya dukung masyarakat sekitar, kebijakan pemerintah, dan yang terpenting adalah keadaan siswa itu sendiri. Oleh sebab itu siswa dalam belajar harus dimotivasi dan terprogram sesuai tujuan pendidikan.

B.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik berasal dari dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal). Prestasi belajar yang dicapai siswa pada hakikatnya merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor tersebut. Oleh karena itu, pengenalan guru terhadap faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa penting sekali artinya dalam rangka membantu siswa mencapai prestasi belajar yang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Adapun faktor-faktor yang dimaksud meliputi hal-hal sebagai berikut :
Faktor yang berasal dari diri sendiri (internal)
  1. Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh.
  2. Faktor psikologis.
  • Faktor intelektif yang meliputi faktor potensial, yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata, yaitu prestasi yang dimiliki.
  • Faktor non intelektif yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat kebutuhan, motivasi, emosi dan penyesuaian diri.
  • Faktor kematangan fisik maupun psikis.

Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal)
  • Faktor sosial yang terdiri dari :
  1. Lingkungan keluarga
  2. Lingkungan sekolah
  3. Lingkungan masyarakat
  4. Lingkungan kelompok
  • Faktor budaya, seperti : adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian.
  • Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah dan fasilitas belajar.
  • Faktor lingkungan spiritual atau keagamaan (Usman Lilis, 1993 : 10).
Berdasarkan interaksi faktor internal dan eksternal tersebut prestasi belajar siswa akan dipengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Adanya perbedaan karakteristik siswa dalam belajar juga akan mempengaruhi prestasi belajar seperti cepat dalam belajar, lambat dalam belajar, anak yang kreatif, anak yang berprestasi kurang, dan anak yang gagal. Dalam hal ini guru harus pandai menyiasati pembelajaran agar lebih menarik minat belajar siswa sehingga prestasi belajar yang diharapkan tercapai.