Kisah Nabi Ayub As - Sabar Menghadapi Ujian Allah SWT

Nabi Ayub as merupakan putra dari nabi Ish bin Ishak bin Ibrahim as. Nabi Ayub as merupakan seorang nabi yang sangat kaya raya. Nabi Ayub as. memiliki berbagai macam ternak seperti sapi, kambing, kuda, keledai, dan unta. Meskipun kaya raya nabi Ayub as. merupakan orang yang baik hati, suka mengeluarkan harta bendanya untuk membantu fakir miskin, yatim piatu, memuliakan tamu dan membelanjakan hartanya di jalan Allah. Kekayaan yang dimilikinya tidak melalaikan ibadahnya kepada Allah SWT.

kisah nabi ayub as qs al anbiya 83

Nabi Ayyub as Nabi yang Saleh
Para malaikat yang ada di langit sangat kagum dengan pribadi nabi Ayub as. yang saleh. Salah satu diantara malaikat bertanya: "Siapakah manusia yang paling saleh saat ini?". Satu persatu malaikat memberikan penilaian, dan setiap malaikat menyebutkan Nabi Ayub as. Berkatalah malaikat yang memberikan pertanyaan tadi: "Kalian semua benar, aku tidak melihat satu pun manusia yang hidup di bumi yang lebih baik dari Nabi Ayub as. Ia adalah seorang mukmin sejati yang tekun beribadah kepada Allah SWT. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaannya ia berikan sebagian untuk menolong orang-orang yang memerlukan, para fakir miskin. Ia juga rajin ibadah, sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepadanya".

Sementara itu, iblis yang sedang berada tidak jauh dari tempat malaikat sedang berkumpul mendengarkan percakapan para malaikat yang memuji-muji nabi Ayub as. Hati iblis panas dan iri karena para malaikat memuji Nabi Ayub as. Akhirnya iblis pun mengumpulkan teman-temannya. "Aku sangat kecewa karena Ayub manusia yang saleh saat ini. Ia banyak disukai manusia, dipuji para malaikat dan juga disayang Allah SWT. Aku ingin menyesatkan Nabi Ayub", Kata iblis yang mendengarkan pembicaraan para malaikat tadi. Semua teman-teman iblis mengamini untuk menyesatkan Nabi Ayub as. 

Usaha Iblis Menggoyahkan Iman Nabi Ayyub as
Pertama kalinya iblis menggoda nabi Ayyub as dengan bisikan dan fitnahnya. Iblis  menyamar sebagai lelaki tua dan berkata, "Wahai Ayub, kamu sudah berbuat baik, jangan terus menerus beribadah. Bersenang-senanglah dengan hartamu". bujuk iblis tersebut.
Rencana iblis gagal, Nabi Ayyub as. tidak mendengarkan bisikan iblis. Nabi Ayyub as. berkata: "Aku seorang hamba yang beriman. Oleh karena itu, aku wajib beribadah kepada Allah SWT. Bersenang-senang adalah sifat setan yang terkutuk. Aku tidak akan mengikutinya".
 
Iblis yang mendengar jawaban Nabi Ayyub menjadi marah. Dengan mengerahkan teman-temannya iblis menghancurkan peternakan dan perkebunan Nabi Ayyub as. Tiba-tiba api membakar seluruh peternakan dan perkebunan Nabi Ayyub as. Hati Nabi Ayyub as telah penuh dengan iman dan takwa. Cinta dan ketaatannya kepada Allah SWT merupakan benteng yang kuat dari serangan iblis. Nabi Ayyub as. menghadapi musibah tersebut dengan ikhlas dan sabar.

Godaan pertama Iblis gagal. Iblis melanjutkan usahanya menggoda nabi Ayyub as. Iblis kembali mengumpulkan teman-temannya untuk menyusun rencana menyesatkan nabi Ayyub as. Iblis kembali menyamar menjadi lelaki tua, dan berkata: "Wahai Ayyub, Betapa malang nasibmu! Kamu sudah beribadah siang malam, beramal kepada fakir miskin dengan susah payah. Tetapi Allah SWT menyiksamu dengan musibah. Intikanlah Ibadahmu! Hentikanlah sedekahmu! Tidak ada gunanya!" desak Iblis.

Dengan yakin Nabi Ayyub menjawab: "Harta bisa dicari. Asalkan punya iman kepada Allah SWT, itu adalah hal yang terbaik". Akhirnya Iblis pun pergi dan kecewa karena usahanya untuk menyesatkan Nabi Ayyub as gagal lagi.

Iblis Menghancurkan Gedung dan Membunuh 14 Anak Nabi Ayyub as
Setelah gagal membujuk nabi Ayyub, Iblis kembali berkumpul. "Aku tahu apa yang menjadi penyebab Ayyub beriman. Karena Ayyub masih memiliki gedung mewah dan juga anak-anak yang sehat. Jika kita hancurkan mereka, aku yakin Ayyub akan bersedih dan berhenti beribadah kepada Allah" kata iblis.
Iblis dan para sekutunya pergi menuju tempat tinggal anak-anak nabi Ayyub as. yang berjumlah 14, delapan laki-laki dan enam perempuan. Pada saat itu anak-anak nabi Ayyub berkumpul di rumah saudara tertua, Hurmula. Mereka sedang makan bersama, saat itu pula para setan merobohkan rumah itu dan menimpakan kepada anak-anak Nabi Ayyub as, sehingga tidak satu pun anak nabi Ayyub as yang selamat dari musibah tersebut. Mereka semua meninggal di satu meja makan. Setelah itu, iblis kembali menyamar menadi lelaki tua dan mendekati nabi Ayyub as. "Wahai Ayyub, sudahkah engkau melihat anak-anakmu yang mati tertimbun gedung yang roboh akibat gempa bumi? Sudahlah Ayyub, hentikanlah ibadahmu itu. Tidak ada gunannya" bujuk iblis.
Mendengar perkataan dari iblis itu, Nabi Ayyub as menangis tersedu-sedu seraya berucap: "Allah-lah yang memberi dan dia pula-lah yang mengambil milik-Nya kembali. Ya Allah terimalah arwah anak-anakku di sisi Engkau ya Allah". Lalu iblis keluar meninggalkan Nabi Ayyub as dalam keadaan bersujud dan bermunajat kepada Allah SWT. Setelah kejadian robohnya gedung Nabi Ayyub, beliau menjadi miskin. Bersama dengan Rahmah (Istrinya) tinggal di rumah sederhana.

Iblis Menaburkan Benih Penyakit Pada Nabi Ayyub as
Dengan keadaan Nabi Ayyub yang sudah miskin dan hidup di rumah sederhana, Iblis belum puas karena tujuannya belum tercapai. Nabi Ayyub tidak goyah keimanan dan ibadahnya kepada Allah SWT. Iblis memerintahkan sekutunya agar menaburkan benih-benih penyakit ke dalam tubuh Nabi Ayyub as. Maka ditiuplah benih-benih penyakit tersebut. Kulit Nabi Ayyub tiba-tiba menjadi berbintik-bintik dan muncul bau tidak sedap. Orang yang tinggal di sekitar nabi Ayyub mencium bau tidak sedap sehingga mengusir Nabi Ayyub. Nabi Ayyub as pergi ke sebuah hutan dan tinggal di gubuk. Dengan setia Rahmah mendampingi suaminya tersebut.
Suami Nabi Ayyub as (Rahmah) yang mencari nafkah dengan bekerja sebagai pemotong roti. Pagi hari Rahmah pergi dan pulang di sore hari dengan membawa beberapa potong roti sebagai upahnya. Kesusahan yang dialami oleh Nabi Ayyub diterima dengan ikhlas. Meski sakit, Nabi Ayyub as tetap beribadah kepada Allah SWT. 

Iblis Menggoda Istri Nabi Ayyub as
Iblis yang melihat Nabi Ayyub dalam keadaan yang sudah parah itu tetap beribadah dan berdzikir kepada Allah, iblis merasa kesal dan jengkel. Maka iblis kembali menyusun rencana baru untuk menyesatkan nabi Ayyub as dengan mendatangi Istri Nabi Ayyub as. Iblis menyamar sebagai kawan lelaki dari suaminya. Iblis berkata kepada Rahmah: "Apa kabarnya dan bagaimana keadaan suamimu saat ini?".

Rahmah menjawab: "Dia masih menderita sakit, namun tetap berdzikir menyebut nama Allah". Jawaban dari Rahmah menimbulkan harapan bagi iblis bahwa kali ini ia akan berhasil. Iblis mengingatkan kembali kemewahan dan kekayaan yang pernah dimilikinya, agar Rahmah tergoda.

Rahmah pulang menemui Ayyub as dan berkata: "Wahai suamiku, sampai kapankah engkau tersiksa seperti ini? Mohonlah pada Tuhanmu agar dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berkepanjangan ini" pinta Rahmah.

"Wahai istriku, engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa lalu yang telah meninggal diambil oleh Allah SWT, dan engkau minta aku memohon kepada Allah agar kita dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaan yang kita alami saat ini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa lama kita menikmati masa hidup yang mewah, makmur, dan sejahtera itu?" Istrinya menjawab: "Delapan puluh tahun".

"Lalu berapa lama kita telah hidup dalam penderitaan ini?" tanya Nabi Ayyub. "Tujuh tahun" jawab istri Nabi Ayyub pelan.

"Aku malu memohon supaya Allah SWT membebaskan kita dari kesengsaraan dan penderitaan yang telah kita alami. Sepertinya engkau telah termakan hasutan dan bujuk setan, sehingga mulai menipis imanmu. Bersabarlah istriku". tegas Nabi Ayyub as.

Rahmah tidak mendengarkan nasihat Nabi Ayyub, Ia pergi meninggalkan suaminya seorang diri. "Istriku, jangan pergi" pinta Nabi Ayyub. Tetapi Rahmah yang telah dibisiki setan tersebut tetap pergi. Nabi Ayyub yang menasehatinya tidak dihiraukan sang istri menjadi marah, "Tunggulah ganjaranmu, kelak ketika aku telah sembuh dari penyakitku dan kekuatan badanku pulih kembali. Aku akan mencambumu seratus kali".


Nabi Ayyub as Sembuh dari Penyakit yang Dideritanya
Setelah ditinggal oleh istrinya, Nabi Ayyub as tinggal seorang diri di rumah. Ia bermunajat kepada Allah SWT dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih sayang Allah, dan berdoa kepada-Nya.

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang". (QS. Al-Anbiya: 83)

Allah menerima doa Nabi Ayyub as yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman, serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan iblis. Allah SWT berfirman kepadanya:

اُرْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ ﴿٤٢﴾
"Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum". (QS. Shad: 42)

Setelah melaksanakan petunjuk Allah SWT, sembuhlah segera Nabi Ayyub as dari penyakitnya. Beliau menjadi muda lagi seperti sedia kala. 
Penyesalan akhirnya muncul di hati Rahmah. Dia sadar telah terpengaruh godaan setan. Rahmah khawatir dengan keadaan suaminya, dan akhirnya ia kembali ke gubuk. Namun ia hampir tidak mengenali Nabi Ayyub as yang telah pulih seperti saat sehat. Nabi Ayyub as pun memaafkan kesalahan istrinya. Ia teringat kembali akan sumpahnya, namun Nabi Ayyub tidak tega memukul istrinya seratus kali. Maka turunlah wahyu Allah SWT.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِب بِّهِ وَلَا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ ﴿٤٤﴾
"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (QS. Shad: 44)
Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Ayyub as mengambil seratus rumput kering dan dipukulkan ke tubuh Rahmah. Dengan demikian Nabi Ayyub as tidak melanggar sumpah, dan istrinya pun tidak tersakiti.

Nabi Ayyub lulus dari ujian dari Allah SWT, bujuk rayu iblis dan sekutunya yang hendak menyesatkan berhasil ia hadapi. Perilaku sabar dan ketaatan Nabi Ayyub as dalam menjalankan perintah Allah SWT layak untuk diteladani.