Konsep Ekologi Perkembangan Manusia

BAB I
Arti Penting Ekologi dan Perkembangan Manusia

Urie Bronfenbrenner juga mencoba mengkaji pentingnya peran lingkungan bagi perkembangan dengan tidak mengabaikan keunikan individu. Ia mengembangkan apa yang disebut sebagai ekologi perkembangan manusia (ecology of human development). Dengan model ini ia menekankan pentingnya pribadi yang berkembang dalam lingkungan yang mengitarinya. Ia mendefinisikan ekologi perkembangan manusia sebagai sudi mengenai “akomodasi timbal balik yang berlangsung secara progresif, sepanjang rentan umur organisme manusia yang tengah tumbuh dan lingku8ngan sekitarnya yang tengah berubah” (Bronfenbrenner 1977, h. 519; lihat juga Bronfenbrenner dan moris, 2000).



BAB II
Model Ekologi Perkembangan Manusia


Dengan model ekologi perkembangan manusia Bronfenbrenner menyertakan definisi mengenai struktur tertentu yang “pas” atau “bersarang” dengan yang struktur lainnya (yang kata Bronfenbrenner mirip boneka berumah rusia). Dalam karya-karya awalnya, Bronfenbrenner menjelaskan tentang keempat struktur tersebut: mikrosistem, mesosistem, ekosistem, dan makrosistem.
Mikrosistem adalah kondisi sekitar yang mewadahi seseorang. Seperti halnya lingkungan sekitar kita berubah setiap harinya, mikrosistem tempat kita tinggal juga berubah. Sebagai contoh mungkin anda berada dalam mikrosistem perpustakaan pada sore hari dan dalam mikrosistem sebuah kantor atau ruang kuliah pada siang harinya. Setiap mikrosistem memiliki 3 dimensi yang berbeda orang-orang yang menjadi bagian dari mikrosistem (beserta peran-peran mereka), seperti teman sekelas atau pengajar di ruang kuliah. Dan interaksi antar individu dan orang-orang lain dalam mikrosistem itu. Seperti interaksi bersahabat atau permusuhan dengan teman-teman sekelas.
Tingkatan kedua Bronfrenbrenner, mesosistem, terbentuk dari hubungan-hubungan yang ada di berbagai keadaan dimana orang menghabiskan waktu selam periode perkembangan yang berbeda. Maksudnya, mesosistem terdiri atas saling hubungan antara berbagai mikrosistem. Misalnya, mikrosisem seorang mahasiswa baru mungkin terdiri atas kantin makan di kampus, ruang-ruang kuliah, rumah keluarga tempat tinggal, kamar tidur, dan lapangan softbol.
Bronfrebenner menggambarkan struktur yang ketiga, ekosistem, sebagai serangkaian struktur sosial khusus yang tidak secara langsung mewadahi individu namun masih berdampak pada perkembangan individu tersebut. Struktur-struktur ini mempengaruhi, membatasi atau bahkan menentukan apa yang terjadi dalam berbagai mikrosisitem individu yang tengah berkembang itu. Sehingga contoh, ekosistem seorang anak mungkin berupa kantor tempat dokter berpraktik, ruang guru, di sekolah tempat ia belajar, dan rumah nenek nya. Ekosistem seorang individu meliputi semua tempat yang memiliki dampak tidak langsung terhadap perkembangannya.
Unsur atau struktur terakhir dalam model Bronfenbrenner, yakni makrosistem, terdiri atas semua unsur yang memuat mikro, meso, dan ekosistem si individu di tambah dengan orientasi filodofid atau kultural yang menjadi landasan hidup seseorang, Bronfenbrenner (1977) menggambarkan mikrosistem pola-pola kultur atau sub kultur Kelembagaan yang berlaku umum, seperti sistem ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, dan politik yang menjadi sumber tiga mikro, meso, dan ekosistem sebagai anifestasi konkritnya.




BAB III
Konsep Ekologi Perkembangan Manusia


    Dalam ekologi perkembangan terdapat beberapa konsep mengenai proses- proses proksimal (yakni interaksi-interaksi dalam lingkungan terdekat individu)
  1. Untuk bisa berkembang, seorang individu perlu menjadi penyumbang aktif bagi lingkungannya.
  2. Sumbangan atau aktivitas individu itu harus terjadi segera teratur dan berlangsung alam jangka waktu yang cukup lama.
  3. Aktivitas-aktivitas ini juga perlu semakin meningkat kompleksitasnya seiring waktu aktivitas-aktivitas yang tidak memunculkan perubahan tidak akan berlaku sebagai mesin perkembangan.
  4. Proses perkembangan bersifat timbal balik, yakni, setiap anggota mempengaruhi anggota lainnya secara timbal balik.
  5. Interaksi individu dengan orang-orang sangat penting artinya, meskipun begitu interaksinya dengan benda-benda juga dipandang penting.
  6. Peran dan arti penting proses-proses ini berubah seiring waktu sebagaimana halnya individu dan lingkungan juga mengalami perubahan.