Ngarit ra Lek?

Ngarit (bahasa jawa) adalah mencari rumput (merumput) untuk makan ternak seperti ternak sapi, kerbau, kambing atau kelinci dengan menggunakan alat sabit/ arit dan keranjang atau karung.(Wisata Bantul)
Alat yang digunakan untuk Ngarit :
  1. Sabit/ Arit (Gobet) sebagai alat untuk memotong rumput
  2. Wungkal untuk mengasah sabit supaya lebih tajam
  3. Keranjang atau Karung sebagai tempat rumput yang sudah dipotong

Ngarit merupakan aktivitas sampingan bagi warga pedesaan yang memiliki hewan ternak. Ngarit dilakukan jika persediaan makanan hewan ternak yang ada di kandang (rumah hewan ternak) sudah habis. 
Diantara hal yang perlu diperhatikan saat Ngarit:
  1. Rumput yang hendak diambil adalah rumput yang free dalam artian bukan miliki tetangga yang sengaja ditanam untuk makan hewan ternak pribadi mereka (ex: suket gajah).
  2. Rumput bebas dari racun (bekas disemprot obat), hal ini penting agar hewan piaraan tidak keracunan ketika memakan rumput hasil Ngarit.
  3. Perhatikan jenis rumput, rumput yang disukai dan tidak disukai hewan piaraan.
Selain dengan ngarit warga juga biasa memberi makan hewan ternak mereka dengan cara Angon. 


Angon (bahasa Jawa) adalah suatu aktivitas menggembalakan hewan ternak ke ladang atau padang rumput dengan maksud agar hewan ternak menjadi kenyang. (Kiro-Kiro)
Anggon juga dapat dimaknai dengan menjaga hewan yang digembalakan agar tidak memakan tanaman  (padi, sayur-sayuran, dll) milik petani.
Kegiatan angon juga bukanlah merupakan pekerjaan pokok, karena aktivitas ini biasanya warga lakukan setelah mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Bahkan seringnya kegiatan angon dilakukan anak-anak sepulang mereka dari sekolah.
Ngari dan Angon. Semoga artikel yang singkat ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.