Hadits Keutamaan Puasa Ramadhan

Begitu banyak amalan-amalan yang dapat kita kerjakan pada bulan Ramadhan, mulai dari shalat tarawih, shalat witir, qiyamul lail, puasa ramadhan, tadarus Al Qur'an, dan i'tikaf di masjid, dan masih banyak ibadah-ibadah yang lain. Salah satu wujud kemuliaan bulan Ramadhan adalah Allah Ta'ala melipatgandakan pahala atas amal sholih. Bagi amalan sunah seperti shalat tarawih, shalat witir, tadarus Al Qur'an, dll., Allah akan melimpahkan pahala setara dengan ibadah wajib. Sedangkan bagi ibadah fardhu Allah akan melipatgandakan pahalanya menjadi 70 kali lipat ibadah pada hari-hari selain Ramadhan. 
hadits keutamaan bulan ramadhan

Selain itu, pada bulan Ramadhan Allah Ta'ala akan mengampuni dosa-dosa orang yang melaksanakan puasa dengan keimanan dan mengharap ridho Allah semata. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan syaikhoni (Bukhori dan Muslim) berikut:


'An Abiy Huroirota rodhliyallohu 'anhu, qoola: qoola Rasulullahi shollallohu 'alaihi wasallam: "Man Shoma Romadhona Imanan Wahtisaban Ghufiro lahu Maa Taqoddama Min Dzanbih". (rowahu syaikhoni)

Artinya: 
Dari Abu Hurairah ra. berkata: Nabi saw bersabda: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (Muttafaqun 'alaih : Al Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760).

Penjelasan atas makna tersembunyi dari hadits di atas kurang lebih sebagai berikut:
  1. Man shoma ramadhona  من صام رمضان  berarti siapapun yang berpuasa ramadhan (secara umum) baik laki-laki maupun perempuan.
  2. Imaanan  إيماناً   adalah dengan meyakini bahwa puasa Ramadhan hukumnya fardhu (wajib) atau meyakini kewajiban puasa Ramadhan.
  3. Ikhtisaban  احتساباً   yaitu dengan mengharap pahala dan balasan dari Allah Ta'ala.
  4. Ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih  غفر له ما تقدم من ذنبه  maksudnya Allah Ta'ala akan mengampuni semua dosa-dosa yang telah lalu atau dosa masa lalu.
  5. Pada riwayat lain ditambahkan  غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر  yang artinya diampuni segala dosa yang telah lalu dan dosa-dosa masa depan. Namun riwayat ini terputus (hadits yang gugur perawi dari sanadnya setelah tabi’in.) dan haditsnya lemah (hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW).

Demikian yang dapat kami bagikan mengenai Hadits tentang Puasa Ramadhan, sampaikan saran dan kritik sobat agar tulisan ini lebih bermanfaat. Marhaban ya Ramadhan, semoga Allah mengampuni Dosa-dosa kita, Amiin.

Sumber:
http://www.alssunnah.com/main/articles.aspx?article_no=2983