Kisah Nabi Sulaiman As dan Ratu Balqis

Nabi Sulaiman as. merupakan salah satu putra Nabi Daud as. Pada saat masih anak-anak (usia 11 tahun), Nabi Sulaiman sudah menampakkan kecerdasan dan ketelitiannya dalam mengambil keputusan.

Kisah Nabi Sulaiman As dan Ratu Balqis

Nabi Sulainan as Menguasai Manusia, Jin dan Binatang
Nabi Sulaiman as. telah berkuasa atas kerajaan Bani Israil. Jin, angin dan burung-burung berada di bawah kekuasaan dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman as. juga sanggup berbicara dengan binatang.

Nabi Sulaiman as Menjadi Raja Bani Israil
Sejak masih muda, Sulaiman as telah disiapkan oleh Nabi Daud as untuk menggantikan kedudukannya memegang tahta kerajaan Bani Israil. Tetapi kakak Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan itu. Ia berpikir bahwa ayahnya tiak adil, karena Absyalum merasa lebih dewasa dan pandai.

Absyalum berniat memberontak agar kekuasaan jatuh ke tangannya. Dia mempengaruhi kalangan rakyat Bani Israil agar kekuasaan diserahkan kepadanya. Terjadilah perkelaian antara oarng pendukung Absyalum dan yang kontra dengan Absyalum.

Daud merasa sedih dan menghindari pertumpahan darah, sehingga lari bersama pengikutnya keluar istana menuju bukit Zaitun. Nabi Daud as melakukan istikharah dan berdoa kepada Allah SWT agar kerajaannya diselamatkan dari palapetaka perbuatan putranya yang durhaka.

Akhirnya Nabi Daus as mengambil keputusan untuk mengirim pasukan ke kerajaan merebut kembali istana dan diusahakan tidak sampai terjadi pertumpahan darah, serta menangkap Absyalum hidup-hidup. Tetapi takdir telah menentukan Absyalum putranya terbuhuh ketika melawan saat hendak ditangkap.

Dengan terbunuhnya Absyalum, Daud kembali menduduki tahta. Setelah 40 tahun berlalu, Nabi Daud as wafat dan anaknya Sulaiman yang dinobatkan sebagai raja.

Nabi Sulaiman as dan Ratu Balqis
Setelah Nabi Sulaiman as membangunkan Baitul Maqdis dan melakukan ibadah haji sesuai dengan nazarnya, beliau melakukan perjalanan ke negeri Yaman. Setibanya di Saba (ibu kota Yaman), ia menyuruh burung hud-hud untuk mencari sumber air.
Burung hud-hud berkata:
"Aku telah terbang dan mengintai dan menemukan sesuatu yang penting. Aku menemukan kerajaan yang besar, dipimpin oleh seorang Ratu yang duduk di tahta bertabur permata. Mereka tidak mengenal Tuhan".
Nabi Sulaiman berkata:
"Bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke istana di depan ratu itu!".

Ratu itu terkejut dan membaca surat tersebut, yang isinya:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Surat ini adalah dariku Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi dari padaku! Datanglah kalian padaku berserah diri!".
Setelah membaca surat itu sang ratu membalas surat Sulaiman:
"Aku memperoleh kesan dari uraianmu bahwa kamu mengutamakan kekerasan dan kamu tidak takut berperang. Menurutku, kita lebih bijaksana menempuh jalan damai, karena nantinya akan mengakibatkan kerusakan bangunan dan lain-lain. Maka ku akan kirimkan kepadamu hadiah dari kerajaan yaitu barang berharga dan menyilaukan".

Nabi Sulaiman pun menyuruh jin-nya untuk membangunkan sebuah bangunan yang megah. Ketika utusan ratu Balqis datang membawa hadiah, Nabi Sulaiman as menyambutnya dengan ramah dan berpesan kepada utusan Ratu Balqis itu:
"Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini! Katakanlah kepadanya bahwa Allah telah memberiku rezeki yang melimpah. Di samping itu, aku juga diutus sebagai seorang nabi dan rasul-Nya serta dianugerahi kerajaan yang luas, yang mencakup manusia, jin dan binatang. Aku tidak dapat dilalaikan dari kewajiban dakwah kenabianku oleh harta benda walaupun sepenuh bumi ini. Kami akan mengirimkan tentara yang sangat kuat dan tidak terkalahkan jika kalian tidak mau berserah diri kepadaku".

Kemudian kembalilah utusan ratu Balqis itu dan menyampaikan apa yang dipesan Nabi Sulaiman as. Sementara itu Nabi Sulaiman bertanya kepada para jin-nya:
"Siapa yang sanggup membawa ratu Balqis kesini?"
Jin Ifrit berkata:
"Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu".
Jin lain berkata:
"Aku dapat membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan mata".

Dengan sekejap mata tahta itu langsung di depan Nabi Sulaiman as.
Balqis keheranan, tahta dan dirinya tiba-tiba berada di depan Nabi Sulaiman. Ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang lantai dan dindingnya terbuat dari kaca putih. Bilqis langsung menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya karena mengira akan basah terkena air. Nabi Sulaiman berkata:
"Engkau tidak usah menyingkapkan pakaianmu! Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang kau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan itu".

Balqis menyadari kelemahannya dan berkata:
"Ohh Tuhanku, aku telah lama tersesat dan berpaling dari-MU, melalaikan nikmat dan karuniamu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri. Ampunilah aku! Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Kasihanilah diriku wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".