Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul

Tujuan diutusnya Nabi dan Rasul adalah untuk memperbaiki keadaan suatu kaum dan membimbing umat manusia agar beriman kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Dalam surat Al-Anbiya' ayat 25 disebutkan:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
 
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian.” (QS. Al-Anbiya: 25)
 
Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul
 
Ada banyak Nabi dan Rasul yang Allah SWT utus untuk menegakkan agama-Nya, sebagian besar 'ulama menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan Nabi adalah 124.000 dan jumlah keseluruhan Rasul ada 313. Sedangkan jumlah Nabi dan Rasul yang wajib kita imani ada 25, antara lain: 
  1. Nabi Adam a.s.,
  2. Nabi Idris a.s.,
  3. Nabi Nuh a.s.,
  4. Nabi Hud a.s., 
  5. Nabi Saleh a.s., 
  6. Nabi Ibrahim a.s.,
  7. Nabi Luth a.s., 
  8. Nabi Ismail a.s., 
  9. Nabi Ishaq a.s., 
  10. Nabi Ya'kub a.s., 
  11. Nabi Yusuf a.s., 
  12. Nabi Ayub a.s.,
  13. Nabi Syu'aib a.s., 
  14. Nabi Musa a.s.,
  15. Nabi Harun a.s.,
  16. Nabi Zulkifli a.s., 
  17. Nabi Daud a.s.,
  18. Nabi Sulaiman a.s.,
  19. Nabi Ilyas a.s., 
  20. Nabi Ilyasa a.s., 
  21. Nabi Yunus a.s., 
  22. Nabi Zakaria a.s., 
  23. Nabi Yahya a.s., 
  24. Nabi Isa a.s., dan 
  25. Nabi Muhammad SAW.
Allah menjaga para Nabi dan Rasul-Nya dari perbuatan dosa, atau yang disebut dengan Maksum dan memberikan sifat-sifat wajib dimiliki Rasul. Sifat wajib tersebut adalah:
  1. Siddiq (Benar atau Jujur)
    Setiap rasul selalu benar, baik dalam hal perbuatan maupun perkataan, sehingga ajaran yang disampaikan bisa diterima umatnya. Rasul tidak pernah berbuat dan berkata salah, karena selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT. Mustahil rasul bersifat Khizib atau bohong.
  2. Amanah (Dapat Dipercaya)
    Rasul selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya. Rasul tidak pernah mengingkari janji dan menjalankan perintah Allah SWT yang diberikan kepadanya. Wahyu Allah SWT yang diterimanya selalu disampaikan kepada umatnya. Rasul tidak mungkin bersifat Khianat atau ingkar janji.
  3. Tabligh (Menyampaikan)
    Tugas utama rasul adalah menyampaikan wahyu Allah SWT kepada umatnya. Tugas ini selalu dijalankan dengan baik. Setiap wahyu yang diterima tidak pernah disimpan untuk dirinya sendiri, tetapi selalu disampaikan kepada umat dengan sebenar-benarnya. Jadi tidak mungkin bila seorang Rasul memiliki sifat Kitman atau menyembunyikan.
  4. Fatanah (Cerdas)
    Cerdas adalah senjata utama yang harus dimiliki seorang Rasul. Rintangan dan halangan pasti ditemui ketika menyiarkan ajaran Allah SWT. Oleh karenanya, kecerdasan harus dimiliki Rasul agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Jadi, mustahil seorang Rasul bersifat Baladah atau bodoh.