Kisah Perjuangan Kaum Muhajirin dan Anshar

Rasulullah SAW dan para sahabatnya mengalami berbagai rintangan dan hambatan yang berat dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekah. Allah SWT memerintahkan agar Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk berhijrah ke kota Yasrib atau yang sekarang di kenal sebagai kota Madinah. Rasulullah dan para sahabatnya mendapat  sambutan  yang sangat baik dan hangat dari kaum muslimin Madinah yang sudah lama menunggu kedatangan pemimpin mereka. Kaum muslimin Madinah merasa senang dengan kedatangan Rasulullah dan para sahabatnya. Kaum muslimin yang melakukan hijrah bersama Rasulullah disebut Kaum Muhajirin. Sedangkan kaum muslimin yang berada di Madinah (penduduk asli kota Madinah) disebut Kaum Ansar. Kedua kaum inilah akhirnya meneruskan perjuangan Rasulullah SAW, sehingga ajaran Islam bisa tersebar ke seluruh dunia dan sampai pada kita.
Mengenai peristiwa Hijrah ini Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nasr ayat 1 - 3, sebagai berikut:

kisah perjuangan kaum muhajirin dan anshar
Artinya:
  1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
  2. Dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
  3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Kaum Muhajirin adalah penduduk Mekah yang telah memeluk agama Islam dan Hijrah bersama nabi Muhammad ke Madinah. Kepindahan kaum Muhajirin terjadi karena mereka mendapat  tekanan dan penyiksaan dari kaum kafir Quraisy. Mereka meninggalkan tempat tinggal dan harta bendanya untuk mengikuti Rasulullah SAW dan bersama-sama berjuang menegakkan agama Islam. 

Peristiwa Hijrah nabi dan sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan hijrah yang kedua. Sebelumnya, kaum Muslimin Mekah pernah Hijrah ke Abessinia (Ethiopia). Peristiwa hijrah kedua yang dilakukan oleh kaum Muhajirin terjadi pada tahun 622 M. Peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah diawali oleh pengucapan Baiat  Aqabah 1 dan 2 oleh penduduk Madinah dari suku Aus dan Khazraj. Pada Baiat  Aqabah 1, mereka berjanji untuk tidak menyekutukan Tuhan, berzina, mencuri, dan menghindari sifat tercela lainnya, serta berjanji akan taat kepada Rasulullah SAW.
Setelah mereka kembali ke Madinah dan menceritakan ajaran Rasulullah, sahabat-sahabat mereka di Madinah tertarik dan memohon kepada Rasulullah SAW agar mengutus seseorang untuk mengajarkan ajaran Islam kepada mereka. Nabi menyetujui tawaran tersebut dan mengutus Mus’ab bin Umair menjadi pengajar mereka.

Pada tahun 12 dari kenabian datang 75 orang muslim Madinah untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah, sekaligus mengundang Rasulullah untuk datang ke Madinah. Mereka juga berjanji untuk memberikan perlindungan kepada Rasulullah seperti yang disebutkan dalam Baiat Aqabah 2. Berdasarkan jaminan keamanan dalam Baiat Aqabah 2 ini, Rasulullah mengizinkan para sahabatnya yang berjumlah sekitar 200 orang untuk hijrah ke Madinah. Keberangkatan mereka dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan secara bergiliran agar tidak menimbulkan kecurigaan kaum kafir Quraisy. Namun, pada akhirnya orang-orang kafir Quraisy mengetahuinya juga. Sebagian kaum muhajirin ada yang berangkat mendahului Rasulullah SAW dan ada juga yang menyusul kemudian. Adapun yang berangkat bersama Rasulullah hanyalah Abu Bakar As-Sidiq. Ali bin Abi Thalib menyusul kemudian, setelah Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari Gua Tsur, yaitu tempat persembunyian sementara dari pengintaian kaum kafir Quraisy. Setelah bersatu di Madinah, kaum Muhajirin dan Kaum Ansar menyatakan akan membantu perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan ajaran Islam.

Setelah Rasulullah dan para sahabatnya sampai di Madinah, kaum muslimin Madinah (kaum Ansar) menyambut dengan suka cita dan saling bahu membahu membantu kaum Muhajirin yang baru saja datang ke daerah mereka. Kaum Ansar membantu kaum Muhajirin dengan segala yang mereka miliki, baik tempat tinggal, harta, maupun pikiran. Setelah kaum Muhajirin menetap di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan mereka dengan kaum Ansar. Dengan persaudaraan ini tidak ada lagi perbedaan antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar. Mereka hidup berdampingan, saling tolong-menolong dan berjuang bersama untuk menegakkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW sehingga tersebar ke seluruh dunia.