Ketrampilan Bahasa; Mendengar, Menyimak, Berbicara dan Menulis

Pengertian Keterampilan Berbahasa
Keterampilan berasal dari kata terampil yang bermakna cakap atau mampu dan cekatan. Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang dapat meliputi mendengarkan atau menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulis. Keterampilan berbahasa Indonesia berarti terampil menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Keterampilan berbahasa lisan meliputi menyimak dan berbicara, sedangkan ketrampilan berbahasa tulis meliputi membaca dan menulis. Ketrampilan berbahasa lisan dilakukan secara tatap muka atau secara langsung dengan dan tanpa media penghubung (telepon). Ketrampilan berbahasa tulis dilakukan tanpa tatap muka antara pembaca dan penulis.
 
pengertian ketrampilan bahasa; mendengar menyimak menulis berbicara

Aspek Keterampilan Berbahasa
Ketrampilan berbahasa meliputi:
Menyimak
Menyimak memiliki sifat interaktif dan non interaktif, menyimak interaktif adalah menyimak dengan melakukan tanya jawab dengan pembicara atau dengan penyimak yang lain. Sedangkan menyimak non interaktif adalah menyimak yang tidak disertai dengan tanya jawab atau interaktif antara pembicara dan penyimak.

Berbicara
Berbicara adalah kegiatan menyampaikan pesan kepada orang lain (penyimak) dengan media bahasa lisan. (Suhendar: 20) mendefinisikan, berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran. Alat utama yang digunakan orang dalam melakukan kegiatan berbicara adalah alat-alat ucap yang meliputi seluruh bagian mulut (bibir, lidah, langit-langit keras, langit-langit lunak, gigi, tenggorokan, anak tekak, pita suara) paru-paru, dan juga hidung. Kegiatan berbicara yang baik dilakukan dengan melalui tahapan-tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan evaluasi.

Mendengar
Kata mendengar memiliki arti dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga (KBBI: 2001). Di dalam kegiatan mendengar terdapat suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memperhatikan makna bunyinya. Kegiatan mendengar merupakan kegiatan yang sangat mudah bagi orang yang memiliki pendengaran normal. Pada kegiatan mendengarkan sudah terdapat unsur kesengajaan dan tujuan, tetapi belum terdapat unsur pemahaman.
Menurut Adi Tagor yang dikutip oleh Aditya (2006) “Kemampuan mendengar suara pada bayi sudah ada sejak ia masih di kandungan pada sekitar usia 3 – 4 bulan kehamilan”. Ada faktor intrinsik yang mengenal irama, kekerasan suara, frekuensi, dan nada-nada suara.
Di dalam kegiatan mendengar belum terdapat unsur kesengajaan untuk menyimak bunyi yang didengarnya, sedangkan dalam kegiatan mendengarkan sudah terdapat unsur kesengajaan dan tujuan tetapi belum terdapat unsur pemahaman.

Menulis
Menulis adalah keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, jika pada ketrampilan berbicara orang menyampaikan pesan, gagasan atau buah pikiran dengan menggunakan bahasa lisan, dalam menulis pesan disampaikan penulis melalui bahasa tulis.
Hoffman & Lincoln berpendapat bahwa “menulis merupakan suatu proses”. Richek (1997) mengungkapkan bahwa penulis yang baik tidak menghasilkan tulisan dengan cara yang mudah atau sekali jadi, melainkan melalui tahapan-tahapan yang panjang. Gere (1985) mengungkapkan bahwa menulis adalah berkomunikasi dan menulis adalah usaha untuk belajar. Hock (1999), menulis atau mengarang adalah suatu kemahiran yang berbeda dengan kemahiran berbahasa yang lain (menyimak, berbicara, dan membaca). Kemahiran atau ketrampilan menulis dapat diperoleh seseorang melalui latihan-latihan yang intensif.